Lompat ke konten

Sejarah Pondok Pesantren As Syarofah

Pondok Pesantren Assyarofah berdiri pada tahun 2008, dirintis oleh Kiyai Afif Puddin kelahiran Bogor, tahun 1972, beliau belajar ilmu agama mulai dari ayahandanya selama 6 tahun lamanya, melanjutkan ke pon-pes Al-Jazirh Pimpinan KH. Ruslan di Sifak Jasinga selama 2 tahun, melanjutkan ke Al-Hidayah Pimpinan KH. Zaenal Abidin di Sukabumi selama 2 tahun, melanjutkan lagi ke Bintan Pimpinan KH. Mudrikah di Sukabumi selama 2 tahun, serta pernah riyadoh di Cianjur Pimpinan KH. Opan. Selain belajar di non formal (pondok pesantren), beliau juga pernah mengenyam pendidikan formal dari MI, MTs dan MA. Beliau adalah putra kelima dari KH. Memed Masduki (Mama Memed) pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Al-Hidayah, yang beralamat di Sindang Barang Selahuni Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor.

Kiyai Afifudin sebelum mendirikan pondok pesantren beliau adalah salah satu guru di pondok pesantren Al-Hidayah peninggalah ayahandanya. Setelah lama menjadi guru di pondok pesantren Al-Hidayah, maka beliau pindah rumah bersama istrinya ke Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang untuk menyebarkan ajaran agama Islam, meneruskan perjuangan rasulullah SAW.

Setelah kurang lebih setengah tahun berumah tangga maka beliau ingin mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam Pondok Pesantren, maka tercaapailah keinginannya itu untuk mendirikan suatu pondok pesantren walaupun tanah yang akan dibangun pondok pesantren itu pada awalnya adalah pinjaman ketua RT di desa itu, maka berdirilah pondok pesantren panggung terbuat dari bilik, mushala berikut majlis dan kamar mandi yang masih banyak kekurangannya, karena biaya pembangunan itu adalah hanya dari donatur tidak ada bantuan dari pemerintah baik setempat ataupun pusat, tetapi beliau menuturkan “yang penting ada buat tidur santri, dan terlindungi dari hujan panas dan tentunya bisa mengaji dengan khusu”, walaupun rumah beliau tidak disitu, karena antara rumah dan pondok pesantren berjarak kurang lebih 200 meter, beliau bulak-balik untuk mengajar ngaji dari mulai pagi, siang, sore dan malam hari, beliau tidak surut semangat justru menambah semangat dari ruhul jihad yang membara. Pada waktu itu santri dari masyarakat sekitar “santri kalong” putra dan putri yang berjumlah kurang lebih 10-15 santri.
Kemudian setelah berdirinya bangunan pondokan untuk santri, maka terbesitlah suatu nama untuk pondok pesantren beliau “Assyarofah”, kata assyarofah memiliki filosofi tersendiri, karena beliau tabarrukan kepada ibundanya yang bernama Ustjh. Hj. Syarofah, maka dinamainya pondok pesantren Assyarofah.

Setahun kemudian rumah beliau dijual, dan akhirnya tanah pondok pesantren bisa dibeli dan menjadi hak milik pribadi, serta beliau membangun rumah didekat pondoknya walaupun rumahnya sederhana. Waktu berlalu dari hari, minggu, bulan hingga tahun maka pondok pesantren mulai mengembangkan pembangunannya dengan yang permanen khusus untuk santri putri, dan majlis, itupun dana dari donatur sampai kantong pribadinya. Dengan pengorbanan beliau dengan hati yang ikhlas dan ruhul jihadnya maka berdirilah 3 lokal gedung untuk ditempati santr putri, mushala.

Berjalan waktu dari 2008 – 2013, santri mulai bertambah dan mulai ada berdatangan dari jauh seperti dari cikaret, ciawi, cisarua dan sekitarnya, semua santri berjumlah kurang lebih 46, terdiri dari 30 santri putra, dan 16 santri putri. Luas semua bangunan yang ada di pondok pesantren kurang lebih 2000 meter. Dan sekarang beliau sedang melaksanakan pembangunan mushala permanen dari seorang donatur, serta beliau berharap agar pemerintah pusat dapat lebih memperhatikan pondok pesantren salafiyah baik dari segi sarana prasarana, infrastruktur dan bantuan dana untuk kegiatan pondok pesantren (Bantuan Operasional Pondok/BOP).hingga sampai tahun 2016 di dirikan sekolah smp dan sma assyarofah islamic boarding school yang masih eksis hingga sekarang .

Kiyai Tubagus Afifudin

Pendiri Pondok Pesantren As Syarofah

M fauzan Tamami

Pimpinan Pondok Pesantren As Syarofah